Jumaat, 15 November 2013

... cuba sahaja untuk duduk sebentar berfikirlah sejenak

share dari link fb ~Akhi Tinta Khalifah
 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

... cuba sahaja untuk duduk sebentar
berfikirlah sejenak

memohon pada Allah untuk segalanya
dengan doa yang berterusan
agar ikhlas hati dan jiwa yang sepi

.. di petang yang tenang
di atas sejadah yang dibentang
tersedu sedan menyendiri
mengadu pada yang Maha Mengasihi

. betapa naifnya diri ini
andainya hidup tanpa ingatan padaMu
urat nadi seakan hampa
andai masih terus lalai dan leka

ku pasrahkan segala-galanya
keluh dan kesah yang di rasa
sesak dada menangis pilu
saat terurai dosa-dosaku

dihadapanMu ku tiada ertinya
sedang diri penuh noda
titis airmata tak lagi dibendung
deras bak hujan di gurun sahara
agar hati yang tandus dan gersang
menjamah redha dalam tenteram

hanya Engkau yang tahu siapa diriku
tetapkanlah nurani di dalam qalbu
sucikanlah diriku dari sendu
sirnalah dunia di ufuk waktu

"berdoalah pada DIA Yang Maha Esa...
kerana doa itu senjata bagi orang mukmin"

Keep Praying ....SOLATLAH....

share dari link fb ~Akhi Tinta Khalifah

.. dalam melewati hari-hari mendatang
satu persatu ujian hadir melintang
hanya seutuh kesabaran dan usaha diperlukan
untuk menyinar persis sekilau mutiara di lautan...

segala rahsia dalam hati
luahkanlah hanya pada Ilahi
mintalah apapun yang diingini
ibarat melakar mimpi di alam realiti

Harusnya kita sedari
antara sesama manusia
tidak boleh selalu dan terlalu meminta
Namun denganNya, selalulah meminta minta

Kita tak akan pernah sempurna
Iringi impian hati dalam setiap bait doa.
In shaa Allah, moga ianya akan diterima
Hanya Allah yang Maha Kurnia

"aku selalu meminta itu ini,
hanya padaMu Ya Rabbi,
terbitkanlah bunga bahagia dalam denai hati,
yang selalunya di penuhi lalang berduri"

Hati.....


share dari link fb ~Akhi Tinta Khalifah
Hati adalah organ yang paling sensitif dan cepat berubah mengikut keadaan
Apabila terdetik untuk melakukan sesuatu, hati yang terlebih dahulu terfikir sebelum akal membuat keputusan dan tindakan

Baik atau buruk tergantung pada niat dalam hati
Hati itu penuh dengan perasaan
Sering membuai naluri dalam jiwa

Jika sedih, hati pedih
Jika gembira, hati tertawa
Jika tertarik, hati terusik
Jika rindu, hati terharu
Jika sayang, hati terbayang
Jika cinta, hati berbunga

Bukalah mata hati, berdoa pada Ilahi 
Peluklah diri ini bersama kasih dan redhaMu Ya Rabbi

Soal hati lebih banyak dipendam
Kerana hadir berjuta persoalan
Kepada yang ingin luahkan rahsia dan kepercayaan
Hanya ada satu harapan ~~~> ALLAH...

♡ RASA SYUKUR YANG TIADA HENTI ♡

share dari link fb ~Sucikan Hati Dari Penyakit Hati

♡ RASA SYUKUR YANG TIADA HENTI ♡

Tuhan berikan aku kemampuan,
mengubah apa yang bisa aku ubah,
kesabaran untuk menerima yang tidak bisa kuubah, .. dan kebijaksanaan untuk membedakan semuanya, berilah aku kesabaran untuk menghadapi semuanya, baik kepribadianku,kekuranganku dan pekerjaanku.

Kutau..........
ketegaran hatiku akan di uji, saat semua ke bahagiaan duniawi,
di ambil kembali oleh-Mu Tuhan, aku akan berjalan selagi aku mampu, dan menikmati semua pemberian-Mu selagi ada waktu, dan mensyukuri semua karuniah-Mu selagi ,
nafas ini masih berhembus..Insya Allah...
 

Kunci Rezeki

share dari link fb ~ENSAIKLOPEDIA PETUA MELAYU LAMA

Kunci Rezeki

1. Membaca Surah Al-Waqiah

- Sabda Rasulullah s.a.w.:

مَنْ قَرأ سُورَةَ الوَاقِعَةِ فِي كُلّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فاقَة

“Sesiapa yang membaca surah al-Waqiah pada setiapa malam ia tidak akan ditimpa kefakiran.” (Riwayat daripada Ibn Mas‘ud: al-Azkar, al-Jami al-Soghir).

- Sabda Rasulullah s.a.w.:

سُوْرَةُ الوَاقِعَةِ سُوْرَةُ الغِنَى فَاقْرَؤُوْهَا وَعَلِّمُوْهَا أَوْلاَدَكُمْ

“Surah al-Waqiah adalah surah kekayaan. Hendaklah kamu membacanya dan ajarkanlah ia kepada anak-anak kamu.” (Riwayat Ibn Mardawaih daripada Anas: Kasyf al-Khafa’).

2. Membaca Surah Al-Ikhlas:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ، اللَّهُ الصَّمَدُ ، لَمْ يَلِـدْ وَلَمْ يُولَـدْ ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

“Katakanlah (wahai Muhammad): “(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa; “Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat; “Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; “Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya”.”

Sabda Rasulullah s.a.w.:"Sesiapa yang membaca Qulhuwallu ahad ketika masuk ke rumahnya, nescaya dihindarkan kefakiran daripada ahli rumahnya dan jirannya." (Daripada Jarir bin Abdullah: Kanzu al-‘Ummal, Mu‘jam al-Tabarani; daripada Ibn Mas‘ud: Mujma‘ al-Zawaid)
 

Khamis, 14 November 2013

SYAITAN MENGGODA DAN MASUK

share dari link fb ~Islamic Articles

SYAITAN MENGGODA DAN MASUK

Syaitan menggoda manusia, itu memang sudah pekerjaannya. Tetapi kali ini syaitan terkena batunya. Ia merasa angkat tangan setelah gagal menggoda seorang ahli ibadah yang khusyuk.

Ketika orang itu keluar rumah, syaitan menggodanya dengan nafsu syahwat dan maksiat, tetapi tidak tergoda. Diganggunya lelaki yang alim itu, tetapi tidak juga marah. Merasa gagal menggoda, syaitan beriktiar cara lain. Ditakutinya ahli ibadah itu dengan rasa takut. Dibuatnya seolah-olah sebuah gunung besar akan meruntuhi tubuh lelaki itu saat sedang khusyuk beribadah, tetapi lelaki itu tetap tidak bergeming. Dilanjutkannya dzikirnya hingga ia terhindar dari petaka itu.

Syaitan pun tak kehabisan akal, ia lalu mengubah dirinya menjadi binatang buas seperti singa yang siap menerkam lelaki itu agar menghentikan dzikirnya. Tetapi lagi-lagi iman dan tawakkal lelaki itu tetap kokoh bagaikan karang di laut. Syaitan kemudian menjelma menjadi ular berbisa lalu menjalar dan meliliti tubuh lelaki itu dari ujung kaki sampai ke kepalanya. Ketika lelaki itu sedang sujud ulat itu mengangakan mulutnya siap melalap kepala lelaki itu. Mengetahui bahaya di depan matanya, lelaki itu meneruskan solatnya dan cuma menyingkirkan tubuh ular itu dari tempat sujudnya. Menyerahlah kini ular kepada lelaki itu.

“Kali ini aku benar-benar kalah. Aku tak lagi menggodamu dan ingin menjadi kawanmu, wahai Sahabat,” bujuk syaitan setelah gagal menggoda lelaki shalih itu. Tetapi bagaimana jawab lelaki itu?

“Ketika kau menggodaku, aku tak takut. Sekarang kau pasrah dan ingin menjadi sahabatku, tak perlu. Kau tidak bisa menjadi kawanku,” jawab lelaki itu tegar. Dia tahu bagaimanapun syaitan adalah musuh manusia. Jika syaitan ingin menjadi kawan, itu cuma sekadar cara untuk menggodanya sampai terlaksana cita-citanya yang terakhir. 

“Kawan, aku tidak membohongimu, tetapi aku merasa kasihan kepada keluargamu. Jika engkau terus-menerus beribadah semacam ini, siapa yang mengurusi sanak keluargamu nanti jika kau tidak ada lagi?”

“Aku sudah mati sebelum mereka,” jawabnya tegas.
“Aku benar-benar ingin menjadi kawanmu sahabat, karena itu akan kutunjukkan caraku menggoda manusia seperti engkau,” ujar syaitan. (Rupanya, si-syaitan yang satu ini bodoh juga)

“Itu tak perlu, tetapi jika engkau ingin menceritakan, silakan,” kata lelaki itu. 

“Aku menggoda manusia dengan tiga perkara. Kubuat manusia menjadi kikir, marah, dan mabuk. Dengan kikir, manusia akan ketakutan kehilangan hartanya sehingga enggan mengeluarkan amal dan zakatnya. Karena marah, orang kehilangan akalnya. Dengan begitu aku mudah memainkan dia seperti main bola. Meski orang itu sakti macam apa pun, ibaratnya ia mampu menghidupkan orang mati dengan doanya, jika sudah marah aku mudah mematahkannya dengan satu kata. Begitu juga jika dia mabuk, tinggal mudah saja mengajaknya kepada kemaksiatan, menurut bagaikan kerbau yang dicocor hidungnya

KEBENCIAN

share dari link fb ~Islamic Articles

KEBENCIAN

“Tidaklah halal bagi seorang muslim untuk meninggalkan saudaranya lebih dari tiga malam. Keduanya juga saling bertemu, tetapi mereka tidak saling mengacuhkan satu sama lain. Yang paling baik diantara keduanya yang terlebih dahulu memberi salam”. (HR. Muslim)

Tujuh abad yang lalu seorang penyair sufi dari Balakh, Jalaludin Rumi, suatu ketika pernah berucap “tanpa cinta dunia akan beku”. Ungkapan ini kita rasakan sepanjang masa akan kebenarannya, terutama disaat matrealisme ateistik mendominasi dalam setiap gerak langkah manusia, dimana imbas dari pada itu semua kebrutalan saling benci membenci seakan menjadi santapan hari-hari.

Benci adalah lawan dari emosi cinta, ia merupakan gambaran tentang perasaan menganggap tidak baik, perasaan tidak menerima atau perasaan ketidak-sukaan serta merasa jijik. Juga perasaan ingin menjauhi objek-objek yang menimbulkan perasaan ini baik itu berupa orang, keadaan, perbuatan. Kedua hal tersebut (cinta dan benci) merupakan sesuatu yang telah dianugerahkan Allah swt pada seluruh manusia. Karena bisa jadi sesuatu yang kita benci sebetulnya baik bagi kita. Jika halnya demikian, betapa banyaknya orang yang akan menjadi korban akibat dari tidak bisa menempatkan arti cinta dan benci ini.

Allah swt berfirman :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia sangat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah : 216)

Perasaan benci ibarat api dalam sekam, sewaktu-waktu ia akan bisa membakar, bila seorang pemimpin sudah tidak lagi menyayangi orang yang dipimpinnya berarti ia sudah menyimpan api dalam dirinya. Apabila suami sudah membenci sang istri, tetangga telah saling benci antar sesama tetangganya, pemimpin sudah tidak menyenangi hak milik rakyatnya, ataupun sebaliknya. Maka tiada lain mereka telah menyimpan api didalam dirinya.

Rasa benci yang kemudian melahirkan permusuhan diantara umat manusia itu akan terus menumbuhkan kebencian-kebencian yang baru. Para antropolog sering berguyon bahwa untuk mendamaikan manusia di bumi ini perlu mendatangkan makhluk dari planet lain hingga mereka bersatu untuk melawannya.

Keimanan mempersempit wilayah kebencian dan mencairkan permusuhan di hati orang mukmin. Seseorang tidak perlu membenci saudara seimannya hanya karena perbedaan suku bangsa, warna kulit, strata sosial, jabatan apalagi kepentingan pribadi. Kalaupun kita harus membenci, itu hanya bisa dilakukan karena Allah.

Rasulullah saw, bersabda :

“Sekuat-kuatnya ikatan iman adalah persaudaraan karena Allah, cinta karena Allah, dan membenci karena Allah”. (HR. Thabrani dan Ibnu Abbas)

Oleh karena itu persaudaraan yang hakiki adalah merupakan nikmat terbesar dalam penataan hubungan sesama muslim, hanyalah memungkinkan terjadi manakalan ia terdapat ta’lif al-qalb (pertautan hati, perasaan dan pikiran) antara satu dengan yang lainnya. Sebaliknya, adalah mustahil persaudaraan itu terkait erat, manakala hati, perasaan dan pikiran saling bertentangan. Hati yang menyatu, akan menyikapi perbedaan dengan berbaik sangka dan tasamuh (toleransi).

Rasulullah bersabda :

“Manusia akan tetap berada di dalam kebaikan selama dia tidak mempunyai rasa benci.” (HR. Thabrani)

MUMTAZ (Majelis Umum Bertafakku & Berzikir)