Isnin, 1 September 2014

KESEDIHAN SEORANG MUKMIN HANYA ADA DALAM HATINYA

share dari link fb ~Bicara Hidayah
KESEDIHAN SEORANG MUKMIN HANYA ADA DALAM HATINYA


Mahasuci Allah yang telah memperlihatkan yang indah, dan menyembunyikan yang buruk…


Wajah sedih itu tidak enak dilihat, bahkan berat dibawa oleh pemiliknya. Terlebih wajah sedih tidak hanya nampak tunggal, karena ia berisi riak-riak yang bisa menimbulkan ragam penafsiran. Sehingga wajah sedih bukan hanya melahirkan getaran yang tidak nyaman bagi orang-orang yang ada di dekatnya, tetapi juga bisa menimbulkan praduga-praduga yang tidak benar. Orang yang sedang sehat pun bisa “terganggu” melihat wajah yang bersedih di hadapannya. Apalagi orang yang sedang sakit.

Berbeda dengan wajah ceria dan segar. Ia akan enak dilihat, juga ringan dibawa. Auranya akan menyebar menjadi kebaikan dan kelapangan jiwa. Orang yang sedang bersedih pun bisa hilang sebagian kesedihannya ketika melihat wajah yang segar di hadapannya. Itulah sebabnya, wajah yang lepas, tanpa beban, dan segar adalah sedekah yang sangat besar bagi orang-orang yang melihatnya.

Setiap orang pasti pernah bersedih. Dan kesedihan adalah bagian hidup yang manusiawi sekali. Sungguh sedih itu sangat bermanfaat dan bermakna untuk mengerti hidup. Dengannya kita tahu makna bahagia dengan sangat utuh. Namun karena pengaruhnya yang tidak baik bagi orang-orang terdekat di sekitar, maka ia akan lebih bernilai jika disimpan cukup dalam hati. Berbeda dengan bahagia, nilainya akan mencuat justru saat ditampakkan pada wajah. Kebaikannya akan menyebar dan dirasakan oleh siapa yang melihatnya.

Ternyata begitu penting ekspresi wajah bagi lingkungan. Karenanya seorang Mukmin memiliki tatakrama bagaimana mengatur wajahnya, saat ia bersedih dan bahagia. Dan ini sangat penting kita perhatikan. Inilah nasihat dari Ali bin Abi Thalib, 

“Seorang Mukmin itu bahagianya terdapat pada wajahnya, sedangkan kesedihannya ada dalam hatinya (al-mukminu bisyruhu fi wajhihi wa huznuhu fi qalbihi).”

Saat bahagia, seorang Mukmin akan memperlihatkan kebahagiaannya melalui wajahnya. Sehingga setiap orang yang melihatnya akan mendapatkan sedekah dan kebaikan darinya. Dan pada saat bersedih, ia akan simpan kesedihannya hanya dalam hatinya, dan tidak ia nampakkan pada wajahnya. Wajahnya selalu bersedekah kepada siapa pun, sekalipun hatinya mungkin sedang bersedih sebenarnya.

Berat memang, tapi di situlah kemuliaan seorang Mukmin bersemayam.

_____________
Shared By Bicara Hidayah
Kredit: ashoffmurtadha.com




Blog saya satu lagi yg boleh dilawati : http//sharmine205omarshahab.blogspot.com 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan