Rabu, 5 Ogos 2015

NIKMATNYA KEJUJURAN

share dari link fb ~ Datuk Wira Dr Maznah Hamid

NIKMATNYA KEJUJURAN

Jujur dan dusta; dua kata yang saling berlawanan. Satu putih, satu hitam. Satu dipuja, satu dicerca!

Kejujuran sekarang ibarat "barang lusuh"; orang yang masih setia dan teguh kepadanya pun masuk kategori "manusia purba dan lusuh".

Sebaliknya, pembohongan sudah dianggap "biasa". Manusia pembohong dianggap "raja" melebihi segalanya.

Orang jujur, seringkali dijadikan "objek"; bukan "subjek". Orang jujur seringkali dijadikan "budak" - setidaknya percubaan dalam percaturan kehidupan zaman untuk kemudian menjadi kambing hitam dalam menutupi sebuah kebohongan. 

Orang jujur juga seringkali dianggap "penumpang" sehingga perlu "disingkirkan secara sistematik dan terpadu". Pun orang jujur seringkali tak dianggap "ada" walaupun mereka ada.

Atau setidaknya, orang jujur dihambat untuk melakukan sesuatu - yang baru dan bermanfaat - meski mereka tidak pernah menghambat.

Lain halnya dengan orang yang tidak jujur atau pendusta lagi pembohong - setidaknya yang "mengaku jujur". Mereka sering sebagai "subjek" kehidupan moden. 

Mereka cenderung menggunakan segalanya - yang putih dan yang hitam - untuk menggapai tujuan-tujuan. Mereka bangga akan "prestasi" seperti ini; berprestige!

Orang jujur adalah orang yang damai dan mendamaikan; orang yang ikhlas dalam ketidaksempurnaan sebagai manusia biasa. Orang yang menang meskipun kelihatan kecundang. 

Orang yang berjiwa teguh meskipun kelihatan "rapuh". Orang yang memulihkan jiwa meskipun sering terpapar derita. 

Hanya orang jujur yang boleh menikmati indahnya dan damainya dunia dan jiwa

blog saya satu lagi boleh dilawati : http://sharmine205omarshahab.blogspot.com/ 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan